Read More http://www.kevinandamanda.com/whatsnew/tutorials/how-to-use-a-cute-font-for-your-blogger-post-titles.html#ixzz16DYWzt4y

August 31, 2009

Dare to be Different

This morning I realized that I haven't totally submitted to the government. Could be seen in the simplest things: sometimes I still compromising, when I ride a motorbike in an alley, I don't wear a helmet. Yet, it's one of the rule on the street.

The Bible says that all governments comes from God, so we must submit ourselves to our governments.

I imagine if we, as the followers of Christ, do what the others do, we can't be the light and salt of the world.

Yesterday afternoon I saw Kick Andy in Metro TV, he interviewed an artist family. In the studio, there were Adi, Iyut, Uci, and Ayudia Bing Slamet. Andy asked several questions. One of them that caught my attention was this question: "Is there any burdens in bearing Bing Slamet's name?"

Responding to the question, Adi said,"It makes us think twice before doing something."

Uci continued,"We don't want people said: "Why! Bing Slamet's children are not smart."

Earlier on that very Sunday, Daniel Yanuar said (in my church) that a name was very important. We were called by our names.

Moreover, we're bearing our Father's name in everything we do and say. In other words, if we do and say everything that is contrary to the characters of God, we're disgracing Him.

So, dare to be different! Being the salt and light of the world are our calling as his children.

Finally, whatsoever you do, do it heartily, as to the Lord, and not unto men.

Are You Going to Finish Strong?

I saw this video this morning during teachers' morning meeting. I've been blessed by this video.

Hope it can be a blessing 4u too.

Here is the link: http://www.maniacworld.com/are-you-going-to-finish-strong.html

August 26, 2009

Another Post about Jacko

Beberapa waktu yang lalu dunia dikejutkan dengan kematian seorang entertainer terkenal, seseorang yang sangat berbakat dan fenomenal. Berminggu-minggu setelahnya, banyak media yang menayangkan kisah hidupnya, pemakamannya, dan konser-konsernya.

Jujur, saya bukan penggemar beratnya (yah, ada beberapa lagunya yang saya sukai). Sewaktu remaja saya pernah membaca kisah hidupnya dan herannya itu membekas dalam ingatan saya. Saya pun mengikuti berita kematiannya, upacara kematiannya, dan dua konsernya melalui sebuah channel televisi.

Pada saat saya melihat tayangan konsernya, yang membuat saya terkejut adalah respon para penggemarnya. Mereka begitu antusias mengikuti lagu-lagu yang dinyanyikannya, meneriakkan namanya, mengelu-elukan dia, dan menangis melihat pujaan mereka. Saat dia mengangkat tangan dan menggerakkannya sesuai irama lagu, serentak mereka mengikuti tanpa perlu disuruh. Saya yakin mereka membeli tiket jauh-jauh hari sebelumnya, berusaha mendapatkankan kursi terdepan, berdandan sebaik-baiknya, mempersiapkan hadiah, membuat banner, datang sebelum waktunya, dll.

Saya berpikir,”Andaikan kita seperti itu terhadap Tuhan.” Dalam setiap ibadah, beberapa baris kursi terdepan adalah barisan kursi panas yang paling dihindari, ada begitu banyak kursi kosong sebelum ibadah dimulai, memuji Sang Pencipta dengan tidak sepenuh hati (berpikir,”Cukuplah aku tepuk tangan dan bersuara.”), datang tanpa membawa surat cinta-Nya (Alkitab).

Beda sekali respon kita terhadap bintang pujaan kita dan Sang Bintang yang sesungguhnya. Wow…tidakkah kita miris melihat hal ini? Marilah kita renungkan untuk siapa kita datang setiap Minggu dan untuk apa kita datang? Hanya untuk menyenangkan manusia sajakah? Jika demikian, kita tidak menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam hidup kita.

Hidup ini bukanlah mengenai kita, tapi semuanya adalah tentang Allah. Kalau kita bekerja/ sekolah, itu untuk Tuhan. Kalau kita beribadah, itu juga untuk Tuhan. Apapun juga yang kita lakukan adalah untuk Tuhan. Lain dari itu berarti kita memiliki ilah lain.

Saya sedang belajar menghidupi Kolose 3.23,”Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. “ Bukan suatu hal yang mudah bagi saya, tapi Roh Kudus akan selalu memampukan saya melakukan apa yang Tuhan mau. Maukah Anda bergabung bersama saya menjawab kerinduan Tuhan dengan menghidupi ayat ini?

If Only...

I was shocked to hear Jacko’s death from my mom. I’m not a bigfan of him, but still. His death made me think about his life and learn more about him from the media. This piece of writing might arouse protest from Jacko’s fans; however, it’s my thought only. I could be wrong.

He was abused by his dad severely. Though Jacko said it made him who he was in entertainment world, but it’s how I see him: He saw himself as a victim of the past. He hadn’t release forgiveness to his dad, there hadn’t been any reconciliation as far as I know. As the result, he was a different person on the stage and off the stage.

I admire his dedication to the music, his talents (I like Heal the World, You Are Not Alone, also Black or White), his excellent preparation for his concerts, I like his performance (esp. in Black or White); yet, I sensed emptiness there. Lonely, afraid, pain… Though he lived in a glamorous world, I think he didn’t really enjoy it. Can you enjoy it when you have to go through a face surgery over and over, and a tight diet? Well, I can’t.

When I saw one of his concerts, I thought to myself,”If only he knew the truth, it would set him free. If only he found the true love, his joy would enable him to reconcile with his dad. If only he knew Jesus, really knew him, he would never be the same again. He wouldn’t see himself as a victim of the past, but a victor. If only…if only…”

Whatever I think about him, he was the most talented Afro-American, influenced many lives (I dare say youngsters in the world), and touched many hearts in his unique ways, loved by many, missed by multitude.

August 21, 2009

These Two Days...

Fiuh.... kemarin tu bener2 hari yang dimulai dengan ketegangan!

Kaya biasa, aku bawa tas ransel baru pake jaket. Ku berangkat naik bemo trus nunggu temen di tempat biasa. Eh, tempat biasanya itu PENUH SESAK dengan orang-orang tua yang antar anaknya untuk pawai dan drum-band keliling menyambut permulaan puasa! Kupikir sepeda motor rasanya g bisa masuk ke gang sempit tempat ku nunggu biasanya. Jadilah aku keluar gang, nunggu disana.

Dari pawai itu persiapan, mpe berangkat, mpe tempat itu jadi sepiiiiiiiiii banget, temenku g dateng-dateng! Karena g pake jam tangan (baterenya abis, belum kubeliin batere baru dari taun lalu) aku g da penunjuk waktu. Aku tanya ke orang yang punya warung deket situ, dia bilang jam 7.15! Biasanya temenku jemput jam 7.10, aku kontan kaget banget. G lama, kubuka jaket dan liat HP, tnyata temenku uda di sekolah. Dia uda car-cari aku di tempat itu, tapi g liat aku blas. Aku "ketlingsut" di antara sekian banyak orang. Air mata rasanya uda mau turun aja tuh waktu baca SMSnya!! Ku merasa kaya anak ilang. Trus, ku inget ayat hafalan pas ESC: "Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucapsyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tesalonika 5.16-18)

Mau telp taxi tuh, tapi trus nyadar kalo di dompet cm tersisa Rp 12.000. Setelah berbingung-bingung ria, ku inget ada temen yg rumahnya deket situ dan berangkat kerjanya agak siang. Syukurlah, dia bisa dan mau! Sampe skolah tetep telat siy, tapi untungnya ku g da jadwal ngajar d pagi hari.

Nah, kemarin uda tau kalo temenku yang biasa kununuti g masuk skolah karena sakit. Jadi ku hubungi orang lain dan uda OK. Tadi pagi temen yang kmrn ngantar 'si anak yang ketlingsut', telpon. Tanya aku ada yang antar apa g. Dengan yakin kubilang ada (sekalipun hatiku rasanya pengen diantar dia jd nyampe sekolah pagian). Biz gitu, puji Tuhan, ku SMS orang yang bakal aku nunuti..tnyata dia g sekolah karena keadaan papanya kritis. Posisi aku uda di bemo, dan uang di dompet tinggal Rp 6.000! Hahaha jadinya tadi aku turun di ATM trus lanjut naik taxi.

Bener-bener deh! Padahal benernya tu Tuhan uda siapin bala bantuan. Yah, aku tetep bsyukur kok. Paling g msh ada uang di ATM hahahaha kalo g gitu g tau deh nasibku hari ini.